Monday, March 24, 2014

[Review Buku] Rahasia Sunyi


Author: Brahmanto Anindito
Penerbit: GagasMedia
372 halaman

Buku ini direkomendasikan oleh puput sebagai bacaan bulan Maret. Dari testimoninya puput sih bagus banget katanya. Setelah baca, gw setuju. Emang bagus banget. Awalnya yg gw tau genrenya agak misteri detektif gitu, mengungkap kasus kematian seseorang, tapi ternyata unsur mistis juga berperan penting di sini.

Friday, February 21, 2014

[Review Buku] 5 cm.



Author: Donny Dhirgantoro
Penerbit: Grasindo
381 halaman

Untuk buku ke-50 yg akan gw review di goodreads, gw mesti milih2 dulu mau baca buku yg mana. Di antara buku baru yg belom gw baca, gw putuskan untuk baca buku lawas yg udah lapuk ini. Buku ini cetakannya 2005, dan gw bacanya ya dulu itu, udah hampir 10 tahun coba. Kemudian tiba-tiba dibikin filmnya tahun lalu, dimana gw udah lupa ceritanya kayak gimana, trus ada debat2 yg mempermasalahkan aspek naik gunungnya. Yah, meskipun telat setahun buat menganalisanya, gw baca lagi buku ini demi mencari kebenaran tentang kontroversi itu.

Tuesday, February 18, 2014

[Review Buku] Lost


Author: Eve Shi
Penerbit: GagasMedia
310 halaman


Waktu beberapa minggu lalu twit tentang cover buku ini muncul, gw tertantang. Gw janji bakal beli buku ini. Akhirnya setelah bukunya terbit dan gw pesen trus sampe, buku ini langsung gw baca mendahului buku2 lain di tumpukan.

Coba bayangkan.

Saturday, February 8, 2014

[Review Buku] Metropolis


Author: Windry Ramadhina
Penerbit: Grasindo
331 halaman

Sebelum membuat review ini, tentu saja gw udah dihadapkan dengan salah satu review yg mengkritik habis ketidakakuratan tentang pangkat dan segala hal kepolisian di buku ini. Yah, menurut gw emang sulit menghadirkan tulisan yg 100% akurat. Pasti ada aja yg kacau. Kalo menurut gw sih mending ga usah pake karakter utamanya polisi sih. Atau pake settingnya jangan di Indonesia, tapi di negara fiktif yg ga bisa diperdebatkan keakuratannya, hehe.

Anyway, gw akan berusaha mengabaikan review tadi, karena terlepas dari ketidakakuratan di masalah kepolisian, buku ini punya cerita dan karakter2 yang kompleksitasnya cukup oke. Jangan terpaku dengan salah satu detail sehingga gagal menikmati hal yg lebih utama. Plot dan karakter.

Wednesday, January 29, 2014

[Review Buku] Pembunuhan di Malam Natal

"Kami keturunan Lee memang seperti itu. Kami mengingat sesuatu sampai bertahun-tahun -- mendendam dan memendam sesuatu serta membiarkannya selalu hijau."


alias: Hercule Poirot's Christmas
Author: Agatha Christie
Penerbit: Gramedia
296 halaman

Sekali lagi gw salah memperhitungkan waktu yg dibutuhkan buat baca buku-buku Agatha Christie. Butuh waktu lebih banyak ketimbang baca buku2 drama biasa, sebab untuk baca buku detektif seperti ini, kata demi kata mesti dibaca dengan seksama. Itu cara gw bacanya, karena kalo ga teliti nanti bakal bengong ga ngerti apa-apa.

Gw udah pernah baca buku ini dulu sekali, sepertinya pinjem dari perpus sekolah. Kali ini hasil pinjeman kakak gw. Pernah juga liat serial Hercule Poirot versi BBC untuk kasus ini. Buku ini, menurut gw, adalah contoh ideal dari cerita klasik Agatha Christie, tentang pembunuhan yang terjadi di sebuah keluarga besar, dengan twist di akhir cerita untuk mengetahui siapa pelakunya. Jenis cerita yg gw suka.

Tuesday, January 21, 2014

[Review Buku] Daun yang Jatuh Tak Pernah Membenci Angin


Author: Tere Liye
Penerbit: Gramedia Pustaka Utama
264 halaman

Review ini akan mengandung SPOILER yg banyak sekali, jadi yg ga suka spoiler sebaiknya ga usah baca.

Ini salah satu buku yg juga dipinjem kakak gw dari reading walk. Gw baca waktu libur hari ini. Sehari selesai. Harus mulai darimana ya, soalnya gw merasa patah hati setelah baca. Kecewa. Bukan dengan kualitas ceritanya, tapi sepertinya Tere Liye memang hobi bikin pembacanya patah hati dengan kondisi karakter2 di bukunya. Ini buku ketiga Tere Liye yg gw baca. Pertama, The Gogons, lalu yg kedua Kau, Aku, dan Sepucuk Angpau Merah.

Pertama kali membaca halaman pertama, gw langsung menebak, bahwa lokasi "toko buku terbesar di kota ini" adalah Gramedia Depok. Tebakan yang langsung dibenarkan di halaman berikutnya yg menyebut nama Margonda. Nama Gramed ga pernah disebut, begitu juga nama Depok cuma sekali-dua kali disebut. Yah, mari mengulur waktu dulu dengan bahas hal-hal yg ringan.

Cerita berformat flashback untuk hampir semua bagian, dan plot di saat ini meneruskan ceritanya, di saat-saat penentuan. Flashback yg sebagian besar terjadi selagi tokoh utamanya berdiri di lantai 2 Gramed Depok untuk memandangi pemandangan jalan di bawahnya. Ah, gw jadi kepengen kesana, udah lama juga. OOT.

Monday, January 20, 2014

[Review Buku] Refrain


Author: Winna Efendi
Penerbit: GagasMedia

318 halaman


Awalnya, gw ngerasa ceritanya sederhana, klise. Kisah percintaan di SMA, dimana yang tadinya sahabat dari kecil kemudian cinta dengan temannya. Tapi digambarkan dengan sweet sih, jadinya gw suka. Kemudian, ceritanya dibikin ga lagi sederhana, ditambahin macam2 problem kecil yang segera dapat diselesaikan. Simpel dan kesannya menggampangkan, tapi karena dijalankan dengan sweet, ya gw suka. (diulang lagi).

Nata. Niki. Bersahabat sejak kecil hingga kemudian setelah memasuki SMA, salah satu diam-diam naksir yg lain. Seakan sekarang waktu yg tepat untuk menciptakan masalah, berbagai orang baru diperkenalkan dan membuat situasi menjadi lebih kompleks. Kehadiran Annalise, murid baru yg berwajah indo yang kemudian bergabung dengan mereka jadi salah satunya.